Waktu Terkabulnya Do’a

🍃 *HADIST HARIAN* 🍃

*MANFAATKAN WAKTU ANTARA ADZAN DAN IQOMAH, WAKTU TERKABULNYA DOA*

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

“Sungguh berdo’a antara adzan dan iqomah tidak tertolak, maka pergunakanlah untuk berdo’a.” (HR. Ahmad).
….
❓ *Untuk Siapa Waktu Mustajab ini?*

●Kesempatan mendapatkan waktu mustajab berdoa, saat antara adzan dan iqomat ini berlaku untuk orang yang menunggu iqomah di masjid atau untuk umum?

➡Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,
Pada dasarnya hadist (Anas bin Malik) di atas tidak menunjukkan keutamaan ini hanya berlaku untuk yang berada di masjid saja. Hadist di atas mengabarkan bahwa inilah diantara waktu mustajab. Siapa yang terpenuhi syarat-syarat terijabahi doa, lalu dia berdoa pada waktu tersebut, maka diharapkan doanya terkabul. Baik dia sedang berada di masjid atau di luar masjid. Demikian doanya para wanita yang sholat di rumah juga terijabahi, bila ia berdoa pada waktu tersebut.

👤Imam Syaukani menerangkan,

●Hadist tersebut menunjukkan terkabulnya doa secara umum yang dipanjatkan pada waktu itu (yakni antara adzan dan iqomah). Asal doa tidak mengandung unsur dosa atau memutus silaturahim, sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis shahih. [Nailul Author]

➡Meskipun demikian, orang-orang yang bersegera ke masjid kemudian menunggu iqomah, doanya lebih berpotensi terkabul, daripada yang berdoa di luar masjid. Hal ini mengingat faktor-faktor terijabahi doa berikut :

*1. Faktor tempat*
Doa yang dipanjatkan di tempat yang mulia seperti masjid, akan lebih terijabahi.

*2. Faktor waktu*
Doa yang dipanjatkan di waktu mustajab seperti antara adzan dan iqomah atau yang lainnya, akan lebih berpeluang terkabul daripada yang tidak.

*3. Kondisi orang yang berdoa*
Seperti berdoa saat sedang puasa, saat safar atau saat terdesak.

*4. Sifat doa*
Seperti doa yang disertai asma-ul husna, doa-doa dari Al Quran / Hadis, atau doa yang tidak mengandung dosa.

●Orang yang berdoa saat antara adzan dan iqomah, sementara dia duduk di dalam masjid menunggu dikumandangkan iqomah, setidaknya padanya terkumpul dua faktor terkabulnya doa, yaitu *faktor tempat dan waktu*. Sehingga doanya akan lebih berpeluang terkabul.

➡Sebagai penutup, perlu kita ingat bahwa sebagian ulama menegaskan, kaum laki yang tidak sholat berjamaah di masjid tanpa udzur, tidak mendapatkan kesempatan mustajab ini.

🍁Wallahu a’lam bis showab.

🍃
📤Disebar oleh Grup Dalil Harian

@Dakwah Lillah
@Hadist Harian
@Berbagi Motivasi

•═◎══ ▪▪▪▪▪ ══◎═•

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *