Jangan Baperan

 

JANGAN KAU KURAS ENERGIMU DENGAN BAPER…

Disakiti dengan ucapan, perilaku, dan perbuagtan oleh orang lain adalah merupakan hal yang biasa ketika seorang berdakwah dan mengamalkan Al Haq.

Namun Seorang yang memiliki sifat pemaaf akan cenderung tenang kondisinya dan tidak banyak mengalami kegalauan dan frustasi.

Dalam kondisi seperti ini Allah tidaklah memerintahkan kita untuk banyak membantah mereka atau terlalu menyibukkan diri dan menghabiskan energi untuk menyanggah mereka. Hadapilah setiap hujatan yang mereka arahkan kepada kita dan cacian yang menyakitkan hati kita dengan banyak bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan memperbanyak amalan shalat (sunnah).

Sebagaimana Firman-Nya:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

_”Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan”._

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

_”Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat)”._

(QS. Al Hijr: 97-98)

Inilah yang seharusnya kita lakukan ketika dada kita merasa sempit Karena sebab orang lain.

Bayangkan..
Jika setiap orang yg menyakiti perasaan kita kemudian kita sibuk untuk memikirkan bantahan buat mereka, maka terkuras-lah energi kita, menjadi terganggu-lah kesehatan psikologis kita dan terluput-lah oleh kita maslahat banyak yang ada disekitar kita, terutama maslahat kita menjalankan ibadah-ibadah dzikir dan shalat-shalat sunnah atau maslahat kebaikan mengurusi keluarga kita. kita terbawa perasaan baper yang tiada habisnya karena kita terlalu sibuk membantah setiap orang orang yang menyakiti kita.

Sungguh..
Seorang yang mudah dendam dan baper tidur-pun dia tidak tenang. Bagaimana tidurnya akan tenang, sementara yang ada dibenak pikirannya adalah terus memikirkan kejengkelan dia terhadap Si Fulan dan Si Allaan atau Si Dilan (he he).

Ia terus menguras energi pikirannya bagaimana bisa melampiaskan kejengkelan dan dendamnya tersebut. Akhirnya sebelum tidur Hanya itu yang menjadi bahan muroja’ah nya, yang imbasnya penyakit pun akan menggerogoti tubuhnya dan fisiknya pun akan mudah lemah.

Belum lagi ketika dia membantah orang yang membuat dia jengkel tersebut dalam sebuah status, bisa jadi orang yang dia bantah mungkin akan membantah dengan bantahan yang lebih keras lagi dan lebih sadis lagi, akhirnya sakit hati pun bertambah lebih perih, urat leher serasa lebih tegang, jantung serasa berdetak lebih kencang, serta rona wajah semakin memerah.

Akhirnya dia berfikir keras untuk menuliskan bantahan lagi sehingga semakin banyak energi dia terkuras sia-sia.

Sudahlah-lah Bro…
Jadilah kita sosok yg pemaaf dan slow agar pikiran kita menjadi tenang, pergaulan kita dengan istri dan anak-anak kita serasa syahdu, senyum manis pun senantiasa menghiasi bibir kita ketika bertemu dengan mereka. bayangkan jika kita selalu dihantui oleh dendam terhadap orang lain, kita bergaul dengan istri dan anak pun serasa tak nyaman.

Duhai para pemaaf kau telah meneladani Nabi Yusuf ‘alaihis salam dalam sifat pemaaf

Mudah-mudahan engkau dikaruniai juga kegantengannya walaupun tidak sama persis walaupun hanya berapa persennya saja.

*****

✍ *Ditulis oleh:*
Ustadz Abu Ya’la Hizbul Majid

View this post on Instagram

[JANGAN KAU KURAS ENERGIMU DENGAN BAPER] . Disakiti dengan ucapan, perilaku, dan perbuagtan oleh orang lain adalah merupakan hal yang biasa ketika seorang berdakwah dan mengamalkan Al Haq. Namun Seorang yang memiliki sifat pemaaf akan cenderung tenang kondisinya dan tidak banyak mengalami kegalauan dan frustasi. . Dalam kondisi seperti ini Allah tidaklah memerintahkan kita untuk banyak membantah mereka atau terlalu menyibukkan diri dan menghabiskan energi untuk menyanggah mereka. Hadapilah setiap hujatan yang mereka Arahkan kepada kita dan cacian yang menyakitkan hati kita dengan banyak Bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan memperbanyak amalan shalat (sunnah). Sebagaimana Firman-Nya: . وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ . Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, . فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ . maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat). [Al Hijr: 97-98] . Inilah yang seharusnya kita lakukan ketika dada kita merasa sempit Karena sebab orang lain. . Bayangkan, Jika setiap orang yg menyakiti perasaan kita kemudian kita sibuk untuk memikirkan bantahan buat mereka, maka terkuras-lah energi kita, menjadi terganggu-lah kesehatan psikologis kita dan terluput-lah oleh kita maslahat banyak yang ada disekitar kita, terutama maslahat kita menjalankan ibadah-ibadah dzikir dan shalat-shalat sunnah atau maslahat kebaikan mengurusi keluarga kita. kita terbawa perasaan baper yang tiada habisnya karena kita terlalu sibuk membantah setiap orang orang yang menyakiti kita. .

A post shared by abatha.id (@abatha.id) on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *