Tradisi Yang Salah

๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณ

*BERMAAF-MAAFAN SEBELUM RAMADHAN โ‰*
Telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg
IG @salafyways
โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ• เผปโš เผบ โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

*Seputar kebiasaan bermaaf-maafan :*

*”DALAMย  KESEMPATAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN INI SAYA beserta keluarga ingin meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengajaโ€* itulah bunyi pesan-pesan yang beredar menjelang bulan Ramadhan.

Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam
โš  NAMUN MENGKHUSUSKAN HANYA PADA BULAN SYAโ€™BAN ATAU RAMADHAN MAKA ITU TIDAK ADA DALILNYA:

2449 โ€“ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุขุฏูŽู…ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุฅููŠูŽุงุณูุŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุงุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุฐูุฆู’ุจูุŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุณูŽุนููŠุฏูŒ ุงู„ู…ูŽู‚ู’ุจูุฑููŠู‘ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ:

ยซู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุฉูŒ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูุฑู’ุถูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุดูŽูŠู’ุกูุŒ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽู„ู‘ูŽู„ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุŒ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฏููŠู†ูŽุงุฑูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŒุŒ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูŒ ุตูŽุงู„ูุญูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ููŽุญูู…ูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูยปุŒ

Imam al-Bukhori _rahimahullah_ berkata,
๐Ÿ”น telah menceritakan kepada kami Adam bin Abi Iyas (tsiqah โ€˜abid, wafat th. 221 H)
๐Ÿ”น telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dzaโ€™bi (Al-Amiry, tsizah Faqih faazhil โ€“ terpercaya lagi banyak ilmunya serta punya keutamaan, wafat th. 159 H)
๐Ÿ”น telah menceritakan kepada kami Saโ€™id Al Maqburiy (Saโ€™id bin Kaisan, tsiqah namun hafalannya berubah 4 tahun sebelum wafatnya th. 120 H)
๐Ÿ”น dari Abu Hurairah _radliallahu โ€˜anhu_ (wafat th. 57 H)ย  berkata,
Rasulullah _Shallallahu โ€˜alayhi wa Sallam_ bersabda:
_โ€œSiapa yang pernah melakukan kedzhaliman (baik dengan perkataan ataupun perbuatan) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (berupa pemaafan) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat lagi dinar dan dirham. (Jika dia enggan untuk melakukannya maka (nanti pada hari kiamat)) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholiman yang pernah dilakukannya (kepada yang didholiminya). Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizholiminya itu akan diambil lalu dibebankan kepadanyaโ€._ ( _HR. Bukhari_ no. 2449)

Kata โ€œุงู„ูŠูˆู…โ€ (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja, dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan SEGERA karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

Dari hadits ini jelaslah bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika kita berbuat kesalahan kepada orang lain.

โš  *Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui maka itu tidak pernah diajarkan oleh Islam.*

Jika ada yang berkata,
โ€œManusia โ€˜kan tempat salah dan dosa. Mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari.โ€

Yang dikatakan itu memang benar, *namun apakah serta-merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui?*

Mengapa Rasulullah _Shallallahu โ€™alayhi wa Sallam_ dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian?
Padahal, mereka adalah orang-orang yang paling khawatir akan dosa.
Selain itu, kesalahan yang tidak disengaja atau tidak disadari itu tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah _Taโ€™ala._

Sebagaimana sabda Rasulullah _Shallallahu โ€™alayhi wa Sallam,_

ยซ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽุŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ยป

_”Sesungguhnya, Allah telah memaafkan umatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, karena lupa, atau karena dipaksa.โ€_
( _HR Ibnu Majah,_ no. 2043; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil no. 82)

Dengan demikian, orang yang *โ€œmeminta maaf tanpa sebabโ€ kepada semua orang bisa terjerumus pada sikap ghuluw (berlebihan) dalam beragama.*
Begitu pula, *mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun MAKA ITU TIDAK dibenarkan dalam Islam dan bukan TERMASUK ajaran Islam.*

โœ Hal lain yang menjadi sisi negatif tradisi semacam ini adalah menunda permintaan maaf terhadap kesalahan yang dilakukan kepada orang lain hingga bulan Ramadan tiba. Beberapa orang, *

ketika melakukan kesalahan kepada orang lain, tidak langsung minta maaf dan sengaja ditunda sampai momen Ramadan tiba, meskipun harus menunggu selama 11 bulan.*

Meski demikian, bagi orang yang memiliki kesalahan bertepatan dengan Syaโ€™ban atau Ramadan, tidak ada larangan memanfaatkan waktu menjelang Ramadan untuk meminta maaf pada bulan ini, kepada orang yang pernah dizaliminya tersebut. *Asalkan, ini tidak dijadikan kebiasaan, sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun dan dilakukan tanpa sebab.*

โœ Amalan amalan di Bulan Syaโ€™ban tidak ada yang khusus namun dianjurkan kepada kita agar *memperbanyak ibadah termasuk puasa, shodaqah, membaca quran dan lain lain*

โš  Mengkhususkan hanya pada Malam _Nifsu Syaโ€™ban_ atau malam setengah bulan _Syaโ€™ban_ untuk beribadah misal sholat dan lain-lain maka itu TIDAK ADA CONTOHNYA dari Rasulullah _Shallallahu โ€™alayhi wa Sallam._


Semoga Bermanfaat –

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ• เผปโš เผบ โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

Ditulis oleh :
๐Ÿ–Š Zaki Abu Kayyisa

Dimuroja’ah oleh :
โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@abinyasalma
Reposted by : ๐Ÿ‘ฅ Grup wa manhaj salaf Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg
IG @salafyways
๐Ÿ”— Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.
______________

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *