Jangan Jengkel Kalo diSindir

Status nyindir

 

Terus terang, kadang status-status ane (dan mungkin juga anda) adalah status nyindir. Kalo kata KBBI sih:

 

menyindir /me·nyin·dir/ v mengkritik (mencela, mengejek, dsb) seseorang secara tidak langsung atau tidak terus terang

 

Kalo nyindirnya berupa celaan dan ejekan, mudah-mudahan ane selama ini ngga demikian. Tapi kalo kritikan, mudah-mudahan iya.

 

Ane rasa sindir-menyindir itu sah-sah aja, sebagaimana kritik-mengkritik itu biasa. Silakan kalau anda tidak setuju. Malah, sindiran umumnya lebih baik daripada to-the-point. Ane lebih seneng ada temen yang bikin status nyindir ane “sebagian ikhwah ada masih malas ibadah…” daripada “hei Yulian, kamu males banget ibadah..!”. Alhamdulillah masih ada yang ngingetin kesalahan kita. Atau jangan-jangan kita udah engga mau terima kritikan?

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah mengingatkan Ali dan Fathimah untuk shalat malam, namun Ali menyanggah, “wahai Rasulullah bukanlah jiwa kita ditangan Allah? Kalau Allah bangunkan kita dari tidur maka kita bangun”. Lalu Rasulullah membaca ayat,

 

وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

 

“sesungguhnya manusia itu gemar mendebat” (HR. Bukhari). Ini sindiran.

 

Waktu ada 3 orang yang berniat ekstrem dalam ibadah, engga tidur, engga berbuka, engga nikah, Rasulullah bersabda:

 

ما بالُ أقوامٍ قالوا كذا وكذا

 

“kenapa ada sebagian orang mengatakan demikian dan demikian…” (HR. Muslim). Ini sindiran.

 

Jadi bararader, jangan jengkel kalau disindir, bersyukur ada yang mengingatkan kita. Tapi juga, jangan kebanyakan nyindir orang, tapi lupa nyindir diri sendiri…

 

@fawaid_kangaswad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *