Yuk Nikah

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

✒ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

س: ما هي دوافع النكاح، وفوائده؟

Tanya: Apa hal-hal yang dapat mendorong seseorang untuk menikah dan manfaat-manfaatnya?

ج: النكاح الشرعي: هو الذي يكون فيه الرغبة من الزوج للزوجة، ليس بينهم توقيت؛ بل يتزوجها على أنه راغب فيها؛ لما يرجوه وراء ذلك من العفة، والنسل، والتعاون على الخير، فهذا هو النكاح الشرعي؛ أن ينكح لرغبة فيها، ليستمتع بها، ويستعف بها، ولما يرجو من النسل والذرية، فهذا هو النكاح الشرعي الذي أباحه الله، وجعله سبحانه وتعالى خيرًا للأمة؛ فيه تعاونها، وفيه تكثير نسلها، وفيه إعفاف رجالها ونسائها، وفيه الإحسان إلى الجنسين؛ فالزوج يحسن إلى المرأة؛ بإعفافها، والإنفاق عليها، وصيانتها وحمايتها من ذئاب الرجال، إلى غير ذلك، والمرأة تساعده على دينه ودنياه، وتعفه، وتراعى مصالحه، وتعينه على نوائب الدنيا والآخرة

Jawab: Pernikahan syar’i adalah yang didasari oleh rasa suka dari suami maupun istri tanpa menentukan batas waktu tertentu dalam pernikahan itu.

Namun si pria ini menikahinya karena perasaan suka kepada wanita tersebut dengan harapan untuk menjaga kesucian dirinya (dari dosa zina), memiliki keturunan dan ta’awun (tolong menolong) dalam kebaikan.

Itulah maksud pernikahan syar’i, yaitu seseorang menikahi wanita karena rasa suka kepadanya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga kesucian dirinya (dari dosa zina) dan harapan untuk mendapatkan keturunan.

Inilah tujuan nikah menurut syari’at yang dibolehkan Allah subhaanahu wa ta’ala, dan Allah jadikan sebagai sebab kebaikan untuk umat.

Di dalamnya ada ta’awun, juga untuk memperbanyak generasi, bahkan dengannya terjaga kesucian kaum lelaki dan wanita, dan di dalamnya ada peluang berbuat baik untuk keduanya.

Suami berbuat baik kepada istri dengan menjaga kesuciannya, menafkahinya, menjaganya dari para lelaki hidung belang, dan berbagai kebaikan lain.

Sedangkan istri membantu suaminya dalam hal agama dan dunianya, menjaga kesuciannya, memperhatikan maslahat-maslahatnya dan ikut membantu dalam mengatasi berbagai beban dan persoalan yang terkait dunia maupun akhirat.

[Majmu’ Al-Fatawa, 20/276]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Penerjemah: Al-Ustadz Muhammad Qodri, Lc hafizhahullah

Sumber:
https://www.instagram.com/sofyanruray.info/p/BuxJ1uZnpx9/

https://web.facebook.com/taawundakwah/posts/2337531389812992

*Repost by :*
*🌀TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
▪Ikhwan : bit.ly/2Ol9Avt
▪Akhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *