Pelakor oh Pelakor

๐Ÿ“šAGAR TIDAK ADA PELAKOR DIANTARA KITA

Sebenarnya andai kita menerapkan adab-adab Islam dengan baik, maka rumah tangga akan langgeng dan jauh dari yang namanya pelakor.

Maka terapkanlah adab-adab Islam dalam berinteraksi terhadap lawan jenis yang bukan mahram:

* Menundukkan pandangan

ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽุบูุถู‘ููˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆุง ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฒู’ูƒูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ

โ€œKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: โ€œHendaklah mereka menundukkan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuatโ€ (QS. An Nur: 30-31).

* Tidak bersentuhan baik langsung maupun dengan pelapis

ู„ุฃูŽู†ู’ ูŠูุทู’ุนูŽู†ูŽ ูููŠ ุฑูŽุฃู’ุณู ุฑูŽุฌูู„ู ุจูู…ูุฎู’ูŠูŽุทู ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุฏู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู…ูŽุณูŽู‘ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ู„ุง ุชูŽุญูู„ูู‘ ู„ูŽู‡ู

โ€œDitusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahramnya)โ€ (HR. Ar Ruyani dalam Musnad-nya, 2/227,dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 1/447).

* Tidak berdua-duaan

ู„ุงูŽ ูŠูŽุฎู’ู„ููˆูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูŽุนูŽ ุฐูู‰ ู…ูŽุญู’ุฑูŽู…ู

โ€œTidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnyaโ€ (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341).

Termasuk berkomunikasi berdua melalui japri tanpa ada kebutuhan.

* Tidak bercampur-baur antara lelaki dan wanita yang membuat mudah sekali berpandang-pandangan atau bersentuhan. Sebagaimana dilarangnya berdua-duaan.

* Wanita tidak melembut-lembutkan suara ketika berbicara dengan lawan jenis, termasuk suara yang bisa dianggap lucu, ayu, imut dan semisalnya

ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฎู’ุถูŽุนู’ู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ููŽูŠูŽุทู’ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูŽุฑูŽุถูŒ ูˆูŽู‚ูู„ู’ู†ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุง

โ€œmaka janganlah kamu menundukkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baikโ€ (QS. Al Ahzab: 32)

* Berbicara dan memenuhi suatu keperluan dari balik tabir jika memungkinkan

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูู…ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุชูŽุงุนู‹ุง ููŽุงุณู’ุฃูŽู„ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุกู ุญูุฌูŽุงุจู ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุฃูŽุทู’ู‡ูŽุฑู ู„ูู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œApabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati merekaโ€ (QS. Al Ahzab: 53).

* Senantiasa ingat bahaya fitnah wanita, baik wanita yang belum bersuami maupun yang sudah bersuami

ู…ุง ุชูŽุฑูƒุชู ุจูŽุนุฏูŠ ููุชู†ูŽุฉู‹ ุฃุถุฑู‘ูŽ ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฌุงู„ู ู…ู†ูŽ ุงู„ู†ุณุงุกู

โ€œTidaklah ada sepeninggalku fitnah (cobaan) yang paling berbahaya bagi lelaki selain fitnah (cobaan) terhadap wanitaโ€ (HR. Al Bukhari 5096, Muslim 2740).

* Berbicara dengan lawan jenis seperlunya jika dibutuhkan saja. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mewasiatkan agar kita waspada terhadap fitnah wanita.

ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกูŽุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู

โ€œBerhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah dari wanitaโ€ (HR. Muslim no. 2742).

* Tidak saling tertawa, interaksi yang terlalu akrab, canda ria, dan semacamnya yang menimbulkan bekas di hati dan dapat menimbulkan desiran-desiran syahwat. Karena ini tidak sejalan dengan sabda Nabi: “berhati-hatilah terhadap wanita!”

* Wanita ketika safar wajib bersama mahramnya

ู„ุง ุชุณุงูุฑู ุงู„ู…ุฑุฃุฉู ุฅู„ุง ู…ุน ุฐูŠ ู…ุญุฑู…ู

โ€œTidak boleh seorang wanita bersafar kecuali bersama mahramnyaโ€ (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341).

* Tidak pasang foto di medsos. Terutama bagi wanita. Karena tidak sejalan dengan perintah untuk menundukkan pandangan.

Semoga bermanfaat.

๐Ÿ“‚ Fawaid Kang Aswad

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *