Urgensi Tauhid

๐Ÿ“‹ BARANGSIAPA MEWUJUDKAN TAUHID DIA MASUK SURGA TANPA HISAB

๐Ÿ“– Dan firman Allah ta’ala:

{ุฅูู†ู‘ูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู†ูุชู‹ุง ู„ู‘ูู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽู†ููŠูู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ} [ุงู„ู†ุญู„ : 120]

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan).” [Qs. An-Nahl: 120]

Dan berfirman:

{ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู… ุจูุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽ} [ุงู„ู…ุคู…ู†ูˆู† : 59]

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun)”. [Qs. Al-Mu’minun: 59]

โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”

โœ Berkata Al-Allamah Shaleh bin Fawzan Al-Fawzan – ุญูŽููุธูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ูฐ – :

โ–ช๏ธ Kesesuaian bab terhadap kitab At-Tauhid:

Sesungguhnya penulis – ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู€ู‡ู – ketika menyebutkan tauhid dan keutamaannya beliau ingin menyebutkan penjelasan tentang perwujudannya, karena tidak akan mendapatkan kesempurnaan keutamaannya kecuali dengan kesempurnaan perwujudannya.

โ–ซ๏ธ Mewujudkan tauhid (artinya) : mengikhlaskannya dan memurnikannya dari noda-noda kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan.

โ–ซ๏ธ Tanpa hisab : yaitu tidak ada perhitungan (amalan) baginya.

โ–ซ๏ธ Ummah : yaitu teladan, dan pemimpin yang mengajarkan kebaikan.

โ–ซ๏ธ Qanit : qunut artinya senantiasa taat.

โ–ซ๏ธ Hanif : orang lurus yang menghadap Allah, berpaling dari setiap apa yang selainnya.

โ–ซ๏ธ Dan tidak termasuk : kata (ูŠูƒ) aslinya (ูŠูƒู†) , dihapus huruf nun untuk meringankan bacaan.

โ–ซ๏ธ Dari kalangan musyrikin : yaitu dia telah memisahkan diri dari kaum musyrikin dengan lisan, hati dan badannya, dan mengingkari apa yang mereka lakukan.

โ–ซ๏ธ Dan orang-orang yang mereka terhadap Tuhan mereka tidak berbuat kesyirikan : mereka tidak beribadah bersamanya kepada selain-Nya.

โ–ช๏ธ Makna global ayat pertama:

Sesungguhnya Allah – ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ – menyifati kekasih-Nya, Ibrahim – ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงูฐู…ู – dengan 4 sifat:

(โถ). Sifat pertama : bahwa dia sebagai teladan dalam kebaikan guna penyempurnaannya pada kedudukan sabar dan keyakinan, yang dengan keduanya akan didapatkan kepemimpinan dalam agama.

(โท). Sifat kedua: dia adalah orang yang khusyu, taat, senantiasa di atas ibadah kepada Allah taโ€™ala.

(โธ). Sifat ketiga: bahwa dia berpaling dari kesyirikan, menghadap kepada Allah taโ€™ala.

(โน). Sifat keempat: jauhnya dari kesyirikan dan meninggalkan kaum musyrikin.

โ–ช๏ธ Kesesuaian ayat pertama terhadap bab:

Bahwasanya Allah menyifati kekasih-Nya dengan sifat-sifat ini, yang itu adalah puncak dalam perwujudan tauhid, dan kita telah diperintahkan untuk meneladani beliau di dalam firman-Nya:

{ู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูุณู’ูˆูŽุฉูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ูููŠ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู} [ุงู„ู…ู…ุชุญู†ุฉ : 4]

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia”. [Qs. Al-Mumtahanah: 4]

โ–ช๏ธ Kesesuaian ayat kedua terhadap bab:

Sesungguhnya Allah ta’ala telah menyifati kaum mukminin yang bergegas menuju surga-surga Allah dengan beberapa sifat yang paling agungnya adanya pujian bagi mereka bahwa mereka terhadap Tuhan mereka tidak berbuat kesyirikan sedikit pun, tidak yang samar maupun yang nyata, dan barangsiapa yang demikian pula keadaannya maka dia telah sampai pada puncak perwujudan tauhid dan dia masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.

โ–ช๏ธ Pelajaran yang diambil dari dua ayat tersebut:

1 – keutamaan ayah kita, Ibrahim – ุนูŽู„ูŽูŠู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู -.

2 – meneladani beliau dalam sifat-sifat yang mulia ini.

3 – penjelasan sifat-sifat yang akan menyempurnakan dengannya perwujudan tauhid.

4 – wajibnya menjauh dari kesyirikan dan musyrikin, dan berlepas diri dari kaum musyrikin.

5 – menyifati kaum mukminin dengan mewujudkan tauhid.

๐Ÿ“• Al-Mulakkhash Syarah Kitab At-Tauhid, karya As-Syaikh Al-Fawzan – ุญูŽููุธูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ูฐ – hal. 34-35.
—————–
๏บ‘๏บŽ๏บ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บฃ๏ป˜๏ป– ุง๏ปŸ๏บ˜๏ปฎ๏บฃ๏ปด๏บช ๏บฉ๏บง๏ปž ุง๏ปŸ๏บ ๏ปจ๏บ” ๏บ‘๏ป๏ปด๏บฎ ๏บฃ๏บด๏บŽ๏บ

๏ปญ๏ป—๏ปฎ๏ป ุง๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ: {๏บ‡ู๏ปฅู‘ูŽ ๏บ‡ู๏บ‘ู’๏บฎูŽุง๏ปซู๏ปด๏ปขูŽ ๏ป›ูŽ๏บŽ๏ปฅูŽ ๏บƒู๏ปฃู‘ูŽ๏บ”ู‹ ๏ป—ูŽ๏บŽ๏ปงู๏บ˜ู‹๏บŽ ๏ปŸู๏ป ู‘๏ปชู ๏บฃูŽ๏ปจู๏ปด๏ป”ู‹๏บŽ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏ปขู’ ๏ปณูŽ๏ปšู ๏ปฃู๏ปฆูŽ ุง๏ปŸู’๏ปคู๏บธู’๏บฎู๏ป›ู๏ปด๏ปฆูŽ} [ ุง๏ปŸ๏ปจ๏บค๏ปž: 120] .
๏ปญ๏ป—๏บŽ๏ป: {๏ปญูŽุง๏ปŸู‘ูŽ๏บฌู๏ปณ๏ปฆูŽ ๏ปซู๏ปข ๏บ‘ู๏บฎูŽ๏บ‘ู‘ู๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปปูŽ ๏ปณู๏บธู’๏บฎู๏ป›ู๏ปฎ๏ปฅูŽ} [ ุง๏ปŸ๏ปค๏บ†๏ปฃ๏ปจ๏ปฎ๏ปฅ: 59] .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *