Mengenal Manhaj Salaf

Mari MENGENAL MANHAJ SALAF

Bismillah..
Edisi hari ini kami share beberapa artikel terkait manhaj salaf.
Agar bg yg belum tau menjadi tau, yg belum faham menjadi faham dan bg ikhwah fillah yg sudah bermanhaj salaf menjadi semakin kokoh lg keimanannya..

*Manhaj* artinya cara (metode) dalam beragama.
*Salaf* artinya para sahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik.

Salaf bukanlah organisasi atau yayasan atau perkumpulan… jangan salah paham. Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam telah bersabda mensifati sebuah golongan yang selamat dari perpecahan di dunia dan siksa di akhirat, yang biasa disebut dengan istilah *Al Firqah An Najiyah* (golongan yang selamat) atau *Ath Thaa’ifah Al Manshuurah* (kelompok yang mendapat pertolongan) atau *Al Jama’ah* atau *Al Ghurabaa’* (orang-orang yang asing), beliau bersabda:

_“Mereka adalah orang-orang yang *beragama sebagaimana caraku dan cara para sahabatku* pada hari ini.”_

(HR. Ahmad, dinukil dari Kitab Tauhid Syaikh Shalih Fauzan hal.11)

*Maka* sebenarnya pertanyaan yang harus kita tujukan pertama kali kepada diri-diri kita sekarang adalah; apakah akidah kita, ibadah kita, dakwah kita, garis perjuangan kita sudah selaras dengan petunjuk Rasul dan para sahabat ataukah belum?

Pikirkanlah baik-baik dengan hati dan pikiran yang tenang: Benarkah apa yang selama ini kita peroleh dari para ustadz dan Murabbi serta Murabbiyat sudah sesuai dengan pemahaman sahabat ataukah belum?
Kalau iya mana buktinya?

Marilah kita ikuti jejak dakwah Rasul serta para sahabat dan juga para ulama Salaf dari zaman ke zaman. Ukurlah keadaan kita dengan timbangan Al Kitab dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf. Ingat, jangan *ta’ashshub* (fanatik buta). Pelajari dulu akidah dan manhaj yang benar, baru saudara akan bisa menilai apakah manhaj dan dakwah saudara-saudara sudah cocok dengan pemahaman sahabat ataukah belum cocok tapi dipaksa-paksa biar kelihatan cocok?!

Orang yang bijak mengatakan:

_”Kenalilah kebenaran maka engkau akan mengenal siapa yang benar!”_

Kenapa kita harus ngotot membela seorang tokoh, beberapa individu, sebuah partai, atau yayasan, atau organisasi, atau pergerakan, atau perhimpunan, atau kesatuan aksi, atau apapun namanya kalau ternyata itu semua menyimpang dari jalan Rasul dan para sahabat?

Pikirkanlah ini baik-baik sebelum anda bertindak, berorasi, menulis, atau menggalang massa, sadarilah kita semua telah mendapatkan larangan dari Allah Ta’ala dari atas langit sana dengan firman-Nya yang artinya:

_“Dan janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semua itu pasti akan dimintai pertanggungjawaban.”_

(QS. Al Israa’ : 36)

Peganglah akidah ini kuat-kuat!!
Barakallahu fikum..

—–

*Dikutip* dari artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *