Dunia Terbalik

๐ŸŒŽ Dunia terbalik !
_______________

Ada sebuah istilah yang di sebut dengan “Dunia terbalik”, dimana di dalamnya sikap manusialah yang serba terbalik. Ternyata hal ini bukan hanya terdapat di flm saja, namun pada dunia nyatapun ada !
Dimana letak terbaliknya ?, ok…
Diantaranya kita menemukan sebagian sikap orang-orang yang akan menghadapi pemilu, mereka belum memasuki kencah perang pemilu, namun mereka sudah berlumuran dosa. Nah disinilah sikap terbalik mereka, yang kemudian berakhir dengan sebuah dosa !

๐Ÿ‘‰ 1. Mencela pemimpin yang statusnya masih sah sebagai pemimpin, namun demi membela calon pemimpin yang akan di sokong, lisanpun tak tertolong !
Ini perkara yang jelas salah dalam pandangan islam, Rasulullah bersabda:

ู„ุง ุชุณุจูˆุง ุฃู…ุฑุงุกูƒู… ูˆู„ุง ุชุบุดูˆู‡ู… ูˆู„ุง ุชุจุบุถูˆู‡ู… ูˆุงุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงุตุจุฑูˆุง ูุฅู† ุงู„ุฃู…ุฑ ู‚ุฑูŠุจ.

“Janganlah kalian mencaci pemimpin-pemimpin kalian, jangan pula kalian curangi mereka, dan membenci mereka, bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah kalian, sesungguhnya perkara itu dekat”.

๐Ÿ‘‰ 2. Menyanjung dan menyokong calon pemimpin yang mencalonkan diri mereka, disini ada dua dosa:

๐Ÿ”Š pertama: Secara hukum islam, kudeta itu tidak di perbolehkan, adapun sistim yang ada di indonesia terdapat di dalamnya sistim tersebut, dan para pembela calon secara tidak langsung telah mendukung sistim yang terlarang ini dari sisi syari’at.

๐Ÿ”Š Kedua: Mereka malah mendukung orang yang mencalonkan dirinya sebagai pemimpin, sedangkan Allah dan Rasul-Nya melarang seseorang untuk meminta jabatan dan kekuasa’an, yang menunjukkan hal ini bagian dari sikap yang tercela, Rasulullah bersabda:

ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุจู† ุณูŽู…ูุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ูŽ ุณูŽู…ูุฑูŽุฉูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุณู’ุฃูŽู„ู’ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงุฑูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู’ ุฃูุนู’ุทููŠุชูŽู‡ูŽุง ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ูˆููƒูู„ู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูุนู’ุทููŠุชูŽู‡ูŽุง ุนูŽู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ุฃูุนูู†ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุญูŽู„ูŽูู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูŠูŽู…ููŠู†ู ููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽู‡ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ููŽุฃู’ุชู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽูƒูŽูู‘ูุฑู’ ุนูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽ

Dari Abdurrahman bin Samurah mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan dengan meminta, maka kamu akan ditelantarkan, dan jika kamu diberi dengan tanpa meminta, maka kamu akan ditolong, dan jika kamu melakukan suatu sumpah, lantas kau lihat selainnya lebih baik, maka lakukanlah yang lebih baik dan bayarlah kafarh sumpahmu”.

Maka jika kita coba cermati dari beberapa poin diatas, manakah sikap benar yang sudah kita lakukan ?
Jawabannya ada pada diri pribadi masing-masing !

Semoga bermanfaat: โœ___________Abu Naura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *