Dua Jenis Bodoh

๐Ÿ”ฅ๐Ÿšซโ€ผ๏ธ Ada Dua Jenis Jahil (Bodoh)

โญ•๏ธ Jahil basith dan jahil murakkab.

โ–ถ๏ธ Jahil Basith ialah orang yang tidak tau namun mengakui bahwa dirinya memang tidak tahu, dalam kedaan “tidak tahu” ini dia sambil belajar tentang agamanya secara perlahan, rajin datang ke majelis ilmu, jika ada dalil yang jelas diterangkan oleh para ulama dan asatidz dia tidak akan melawan dan menerima karena dia mengetahui bahwa dia tidak tahu.

โ–ถ๏ธ Jahil yang dibenci ialah jahil Murakkab. Golongan ini ialah golongan yang yang jahil tapi dia tak mengaku dia jahil. Ada kajian majelis ilmupun dia tak mau pergi, dan saat diberitahu dia suka melawan, biasanya jika diberikan dalil yang jelas, mereka akan membantah dengan pongahnya menggunakan hawa nafsunya, merasa dirinya tahu, membantah dengan kata kata kotor, dan suka “menyerang” personalnya jika mereka sudah kalah dalam suatu kondisi, dia bodoh dan tidak tahu bahwa dirinya bodoh, bahasa kasarnya โ€œudah salah ngototโ€.

๐Ÿ“ NB:
Biasanya orang yang jahil Murakkab yang biasanya ngeyel di kolom komentar.

๐ŸŒ Salaf.ittiba
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–

๐Ÿ‘‰ Untuk menggambarkan dua jenis kejahilan ini ulama sering membawakan kisah Al Hakim Tauma dan keledainya.

๐Ÿ‘ค Al Hakim Tauma adalah orang jahil yang tidak merasa bahwa ia jahil. Sehingga ia sering kali berfatwa dan berbicara masalah agama tanpa ilmu.

โš ๏ธ Diantara kejahilan Al Hakim Tauma adalah ia memfatwakan bolehnya para orang tua bersedekah dengan anak perempuannya kepada para lelaki jomblo. Ia meng-qiyaskan sedekah anak perempuan ini seperti sedekah uang kepada orang faqir.

๐ŸŽ™ Disebutkan bahwa ia berkata:

ุชุตุฏู‚ ุจุงู„ุจู†ุงุช ุนู„ู‰ ุงู„ุจู†ูŠู† ูŠุฑูŠุฏ ุจุฐุงูƒ ุฌู†ุงุช ุงู„ู†ุนูŠู…

“Bersedekahlah dengan anak-anak perempuan kalian, untuk para pemuda, niatkan itu untuk mengharap surga yang penuh nikmat”

๐Ÿ‘€ Lihatlah ia berfatwa tanpa ilmu, namun merasa telah mengajarkan kebaikan.

๐Ÿ—ฃ Karena kejahilannya ini, seorang penyair membuat sya’ir tentangnya:

ู‚ุงู„ ุญู…ุงุฑ ุงู„ุญูƒูŠู… ุชูˆู…ุง ู„ูˆ ุฃู†ุตู ุงู„ุฏู‡ุฑ ูƒู†ุช ุฃุฑูƒุจ
ู„ุฃู†ู†ูŠ ุฌุงู‡ู„ ุจุณูŠุท ูˆ ุตุงุญุจูŠ ุฌุงู‡ู„ ู…ุฑูƒุจ

Keledainya Al Hakim Tauma berkata, andaikan zaman itu
adil tentu aku yang menungganginya
Karena aku jahil basith, sedangkan pemilikku jahil murakkab

โ€ผ๏ธ Kejahilan itu semuanya tercela, namun minimal jangan jadi jahil murakkab, kenali kadar diri anda.
๐Ÿ“š (Disarikan dari Syarah Al Ushul min Ilmil Ushul, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, hal. 71-72).

๐ŸŒ fawaid_kangaswad

๐Ÿ”ฐ @Manhaj_salaf1

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€ขโ€ขโ—‹โ—‹โ๐ŸŒป๐Ÿ’ ๐ŸŒปโโ—‹โ—‹โ€ขโ€ขโ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“ฉ Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

๐Ÿ“ฒ Chanel Telegram : http://t.me/Manhaj_salaf1
๐Ÿ“ฒ Group Whatshapp : 089665842579 (Admin MS)

Share, yuk! Semoga saudaraยฒ kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amalยฒ kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. ุขู…ููŠู†ูŽ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *