Benarkah di Dalam Islam ada Bid’ah Hasanah?

*Pertanyaan* :

Mengapa Anda mengatakan bahwa di dalam Islam tidak ada bid’ah hasanah, padahal telah dinukilkan dari Shahabat Umar bin Al-Khaththab _radhiyallâhu ‘anhu_ bahwasanya beliau berkata :

نعمت البدعة هذه

_”Sebaik-baik bid’ah adalah ini (shalat tarawih)”._ ❓

*Jawaban* :
Bârakallâhu fiik, sebabnya adalah sebagai berikut :

✒ Shalat Tarawih bukanlah bid’ah secara syar’i. Bahkan ia adalah sunnah berdasarkan sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam dan perbuatannya.
Melakukannya secara berjamaah pun bukanlah bid’ah, bahkan merupakan sunnah dalam syari’at.

Bahkan Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah shalat tarawih di awal bulan Ramadhan 2 malam, bahkan 3 malam, lalu beliau meninggalkannya karena khawatir akan menjadi suatu kewajiban.

Dan para Shahabat di masa Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah dan Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam menyetujuinya, dan persetujuan Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam adalah bagian dari sunnah beliau.

✒ Dalam kitab _”Jâmi’ul ‘Ulûm Wal Hikam”_ (Hal. 233) Imam Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan :

وأما ما وقع في كلام السلف من استحسان بعض البدع فإنما ذلك في البدع اللغوية لا الشرعية

_”Adapun perkataan Salaf yg menganggap sebagian bid’ah adalah hasanah (baik), maka bid’ah yg mereka maksudkan adalah bid’ah secara bahasa bukan bid’ah secara syar’i”_.

Kemudian beliau (Ibnu Rajab) menyebutkan perkataan Umar di atas lalu mengomentarinya :

ومراده أن هذا الفعل لم يكن على هذا الوجه قبل هذا الوقت ولكن له أصل في الشريعة يرجع إليه

_”Dan maksud beliau radhiyallâhu ‘anhu adalah bahwasanya shalat tarawih seperti ini tidak ada sebelum waktu itu, akan tetapi ia memiliki dasar dalam syari’at yg bisa jadi rujukan”._

✒ Shalat tarawih seperti yg dilakukan Umar bin Al-Khaththab bukanlah bid’ah, dalilnya adalah Ijma’, karena tidak ada pengingkaran dari para Shahabat yg lain. Dan Ijma’ adalah hujjah.

✒ Tidak dibenarkan membantah perkataan Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan perkataan Shahabat.

Jadi sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa SEMUA BID’AH adalah SESAT tidak boleh antum bantah dengan perkataan Umar.

Ibnu Abbas radhiyallâhu ‘anhuma pernah mengatakan :

إني أراكم ستهلكون، أقول قال رسول اللّٰه وتقولون قال أبو بكر وعمر

_”Aku melihat kalian akan binasa, karena aku mengatakan RASULULLAH BERSABDA tapi kalian bantah dengan ABU BAKAR DAN UMAR BERKATA”._

✒ Abdullah bin Umar bin Khaththab radhiyallâhu ‘anhu mengatakan :

كل بدعة ضلالة وإن رآها الناس حسنة

_”Semua bid’ah adalah sesat meskipun manusia menganggapnya baik”._

(Diriwayatkan oleh Al-Lâlikâ-i dalam kitab _Syarhu I’tiqhad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah_ (no. 126), Ibnu Baththah (no. 205), Al-Baihaqi dalam kitab _Al-Madkhal Ilas Sunan_ (no. 191) dan Ibnu Nashr dalam kitab _As-Sunnah_ (no. 70))

== 🍃🍇🍃 ==

KESIMPULAN : BID’AH yg dimaksudkan oleh Umar adalah bid’ah secara bahasa, bukan bid’ah secara SYAR’I yg tercela.
Karena tidak mungkin shahabat sengaja menyelisihi Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, dan karena tidak boleh membenturkan perkataan Nabi dengan perkataan Shahabat.

Jadi, TIDAK ADA BID’AH HASANAH DALAM ISLAM.

Allâhu a’lam.

Dzulhakim Ma’ had Abu Dzar Kediri Lobar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *