Pentingnya Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar

☝🏻💫📚 AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR HARUS MENGIKUTI TUNTUNAN SYARI’AT DAN ILMU

🎙 Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

“Dan sungguh banyak pelaku amar ma’ruf nahi mungkar yang melampaui batas. Adakalanya karena kebodohan dan adakalanya karena kezhaliman. Ini adalah permasalahan yang harus dilakukan dengan teliti, baik dalam mengingkari kemungkaran terhadap orang kafir, munafik, fasik, ataupun pelaku maksiat.

☝🏻 Menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar hendaklah mengikuti tuntunan syari’at, dalam hal ilmu, kelemah-lembutan, kesabaran, niat yang baik, dan mengikuti jalan yang lurus.

📖 Karena hal itu termasuk dalam firman Nya ta’ala :

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻻ ﻳَﻀُﺮُّﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺿَﻞَّ ﺇِﺫَﺍ ﺍﻫْﺘَﺪَﻳْﺘُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺮْﺟِﻌُﻜُﻢْ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻓَﻴُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥ }َ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” [Al Maidah : 105].

Di dalam ayat ini terdapat makna lain, yaitu fokusnya seseorang terhadap kemaslahatan dirinya sendiri, baik dalam hal ilmu maupun amal, serta berpaling dari sesuatu yang tidak berguna baginya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻠَﺎﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺗَﺮْﻛُﻪُ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻨِﻴْﻪِ

“Di antara baiknya Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya”.

Apalagi sesuatu yang dilakukan secara berlebihan, yang seseorang tidak ada kepentingan di dalamnya, baik kepentingan yang terkait urusan agama orang lain maupun urusan dunianya.

Terlebih lagi jika pembicaraan yang motivasinya adalah hasad (dengki) atau ambisi kepemimpinan, dan demikian juga perbuatan.

Maka pelakunya adakalanya adalah orang yang melampaui batas lagi jahat, atau orang yang bodoh lagi banyak melakukan perkara sia-sia.

Alangkah banyaknya hal demikian itu, yang setan menampilkannya sebagai amar ma’ruf nahi mungkar dan jihad di jalan Allah, padahal hal itu termasuk kezhaliman dan kejahatan”

📚 Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah juz 14 hal. 482-483

🎙 قال شيخ الإسلام إبن تيمية رحمه الله:

ﻓﺈﻥ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻣﻦ ﺍﻵﻣﺮﻳﻦ ﺍﻟﻨﺎﻫﻴﻦ ﻗﺪ ﻳﻌﺘﺪﻱ ‏ﺣﺪﻭﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻣﺎ ﺑﺠﻬﻞ ﻭﺇﻣﺎ ﺑﻈﻠﻢ

ﻭﻫﺬﺍ ﺑﺎﺏ ﻳﺠﺐ ﺍﻟﺘﺜﺒﺖ ﻓﻴﻪ ﻭﺳﻮﺍﺀ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻹﻧﻜﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ ﻭﺍﻟﻔﺎﺳﻘﻴﻦ ﻭﺍﻟﻌﺎﺻﻴﻦ .

ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻡ ﺑﺎﻷﻣﺮ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﺍﻟﻤﺸﺮﻭﻉ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﺮﻓﻖ ﻭﺍﻟﺼﺒﺮ ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﻘﺼﺪ ﻭﺳﻠﻮﻙ ﺍﻟﺴﺒﻴﻞ ﺍﻟﻘﺼﺪ ﻓﺈﻥ ﺫﻟﻚ ﺩﺍﺧﻞ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ :

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻻ ﻳَﻀُﺮُّﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺿَﻞَّ ﺇِﺫَﺍ ﺍﻫْﺘَﺪَﻳْﺘُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺮْﺟِﻌُﻜُﻢْ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻓَﻴُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥ }

ﻭﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﻫﻮ ﺇﻗﺒﺎﻝ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻋﻠﻰ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻠﻤﺎ ﻭﻋﻤﻼ ﻭﺇﻋﺮﺍﺿﻪ ﻋﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ :

[ ﻣﻦ ﺣﺴﻦ ﺇﺳﻼﻡ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺗﺮﻛﻪ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ ]

ﻭﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻔﻀﻮﻝ ﻓﻴﻤﺎ ﻟﻴﺲ ﺑﺎﻟﻤﺮﺀ ﺇﻟﻴﻪ ﺣﺎﺟﺔ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﺩﻳﻦ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺩﻧﻴﺎﻩ

ﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺘﻜﻠﻢ ﻟﺤﺴﺪ ﺃﻭ ﺭﺋﺎﺳﺔ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﻟﻌﻤﻞ

ﻓﺼﺎﺣﺒﻪ ﺇﻣﺎ ﻣﻌﺘﺪ ﻇﺎﻟﻢ ﻭﺇﻣﺎ ﺳﻔﻴﻪ ﻋﺎﺑﺚ

ﻭﻣﺎ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﺎ ﻳﺼﻮﺭ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺑﺼﻮﺭﺓ ﺍﻷﻣﺮ بالمعروف ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﻭﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻈﻠﻢ ﻭﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥ.

📚 ﻣﺠﻤﻮﻉ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ ﻋﺸﺮ ‏ﺹ: 482 – 483

🌍 WhatsApp Ashhaabus Sunnah
اصحاب الســنة
Editor : Admin Asy-Syamil.com

Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah
🔄 https://t.me/RisalahSunnah
🌍 Website : http://asy-syamil.com
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
👥 https://bit.ly/JoinGrupKami
💠️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
📱Admin : 081381173870

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *