Pemuda Itu Bergantung Dimana Ia Duduk

Pemuda itu bergantung dimana dia duduk:
• Jika dia duduk dengan Ahli Bid’ah Maka dia akan dibarisan terdepan dalam membela Bid’ah.
• Jika dia duduk dengan ahlussunah maka dia akan dibarisan terdepan dalam membela Sunnah.

Akan selamanya berbenturan tak akan pernah berhenti sampai batas bumi hancur. Ahlu Tauhid dan Ahlu Syirik. Ahlu Iman dan Ahlu Kufur. Ahlu Sunnah dan Ahlu Bid’ah. Ahlu Haq dan Ahlu Bathil.

Musuh-musuh islam akan senantiasa merongrong barisan-barisan kaum muslimin, baik non muslim atau pun dari dalam islam itu sendiri.

Allah ﷻ dengan segala hikmah-Nya menjadikan benturan-benturan tersebut agar manusia senantiasa memperbaiki diri dalam menjaga Agama-Nya.

Allah ﷻ dengan segala hikmah-Nya menjadikan benturan-benturan tersebut sebagai CAMBUK agar para penyeru Haq senantiasa menjaga Agama-Nya.

Allah ﷻ dengan segala hikmah-Nya menjadikan benturan-benturan tersebut untuk menguji siapakah hamba yang bersungguh-sungguh menggenggam erat-erat tali-tali Agama-Nya sesuai Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ serta Para Sahabat..

Rasulullah ﷺ bersabda:

_“Sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…”_

(Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no.2455)

_”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”_

(QS.Ali-Imran: 142)

*****

*Sumber:*
https://www.picbon.com/media/1895464786643000613_7469850568

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *