Kita Dakwah, bukan cari Follower

# Nabi Saja Ada Yang Tidak Punya Follower
.
“MasyaAllah, pasti Ustadz tenar ni, followernya banyak sekali”
.
“Ini baru ustadz yang bener, followernya aja segitu banyaknya”
.
Sebagian (kecil/oknum) ustadz dan aktivis dakwah ada yang tujuan utamanya adalah menjadi terkenal dan mengumpulkan massa, pengikut atau follower (semoga Allah menjaga kita dari hal ini). Tentunya agar lebih mudah menggandeng follower dan meraih massa dengan cepat harus tahu apa yang “diinginkan oleh pasar”, karenanya tidak heran kalau ustadz yang agak laku sekarang adalah:
.
-ustadz yang bisa melucu, kalau bisa melawak yang membuat terpingkal-pingkal walaupun wibawa jatuh
.
-ustadz yang bisa nyanyi juga kalau perlu
.
-ustadz yang, ehem agak ganteng dan muka menjual sedikit
.
-ustadz yang doyan cerita-cerita yang membuat takjub, merasa aneh, pintar memotivasi walaupun bahannya ceramah tidak Islami dan bertentangan dengan syariat
.
-dll
.
Dan yang perlu kita perhatikan bersama adalah, keberhasilan dakwah bukan dengan banyaknya pengikut atau banyaknya yang berhasil kita dakwahi, akan tetapi bukan berarti juga ustadz atau aktifis dakwah yang banyak diikuti adalah sesat. Cara dan niatnya yang perlu diperhatikan.
.
Ada nabi yang tidak punya follower/pengikut sama sekali
.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
.
“Diperlihatkan kepadaku umat-umat, lalu aku melihat seorang Nabi bersamanya ar-rahth (sekelompok orang yang terdiri dari 3-10 orang), dan seorang Nabi bersamanya seorang dan dua orang, dan seorang Nabi tidak ada bersamanya seorangpun…..”.[2]

BACA selengkapnya:

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *