Harus diyakini Kematian tak bisa dihindari

YANG KERAP TERLUPAKAN DI SAAT-SAAT INI
KEMATIAN TIDAK BISA DIHINDARIโ€ฆ

BBG AL ILMU

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
Beberapa waktu terakhir, negeri kita mengalami beberapa musibah gempa dan tsunami yang mengakibatkan banyaknya jumlah korban meninggal di berbagai tempat. Laluโ€ฆ Banyak orang yang bertanya, โ€˜apakah tidak ada alat untuk deteksi sebelum gempa agar lebih banyak nyawa yang terselamatkan ?โ€˜โ€ฆ

Yuk kita baca yang berikutโ€ฆ

======================

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata โ€˜Umar bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz, โ€œAku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.โ€ (Tafsir Al Qurthubi)

โš‰ Ingatlah โ€ฆ Tak mungkin seorang pun lari dari kematian โ€ฆ

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุชูŽููุฑู‘ููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู„ูŽุงู‚ููŠูƒูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุชูุฑูŽุฏู‘ููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุนูŽุงู„ูู…ู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ููŽูŠูู†ูŽุจู‘ูุฆููƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

โ€œKatakanlah: โ€œSesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.โ€ (QS. Jumuโ€™ah: 8).

โš‰ Harus diyakini โ€ฆ Kematian tak bisa dihindari โ€ฆ

ุฃูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ูŠูุฏู’ุฑููƒููƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุจูุฑููˆุฌู ู…ูุดูŽูŠู‘ูŽุฏูŽุฉู

โ€œDi mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 78).

โš‰ Semua pun tahu โ€ฆ Tidak ada manusia yang kekal abadi โ€ฆ

ูˆูŽู…ูŽุง ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูุจูŽุดูŽุฑู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุฎูู„ู’ุฏูŽ

โ€œKami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu(Muhammad).โ€ (QS. Al Anbiyaโ€™: 34).

โš‰ Yang pasti โ€ฆ Allah yang kekal abadi โ€ฆ

ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽุงู†ู (26) ูˆูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฐููˆ ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูƒู’ุฑูŽุงู…ู (27)

โ€œSemua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.โ€ (QS. Ar Rahman: 26-27).

โš‰ Lalu โ€ฆ Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian โ€ฆ

ูƒูู„ู‘ู ู†ูŽูู’ุณู ุฐูŽุงุฆูู‚ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู

โ€œTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.โ€ (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, โ€œYang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.โ€ (Tafsir Al Qurโ€™an Al โ€˜Azhim, 3: 163).

โš‰ Jadilah mukmin yang cerdas โ€ฆ

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูƒูู†ู’ุชู ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ููŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู‰ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ยซ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูู‡ูู…ู’ ุฎูู„ูู‚ู‹ุง ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽู‰ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฃูŽูƒู’ูŠูŽุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ยซ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ูู…ู’ ู„ูู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ุฐููƒู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูู‡ูู…ู’ ู„ูู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ุงุณู’ุชูุนู’ุฏูŽุงุฏู‹ุง ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ุฃูŽูƒู’ูŠูŽุงุณู ยป.

Dari Ibnu โ€˜Umar rodhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, โ€œAku pernah bersama Rasulullah shollallahu โ€˜alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, โ€œWahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik ?โ€ Beliau bersabda, โ€œYang paling baik akhlaknya.โ€ โ€œLalu mukmin manakah yang paling cerdas ?โ€, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, โ€œYang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.โ€ (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Hanya Allah yang memberi taufik.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰.
Reposted by : ๐Ÿ‘ฅ Grup wa manhaj salaf Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg
IG: SALAFYWAYS

Ref : https://rumaysho.com/4773-kematian-yang-tidak-bisa-dihindari.html

=========๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด========

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *