4 Hal yang Meracuni Hati

4 HAL YANG MERACUNI HATI

*1. BERLEBIHAN DALAM BICARA..*

Serorang yang banyak bicara, maka ia akan benyak tergelincir pada kesalahan sehingga hal tersebut dapat meracuni hati.

Seorang muslim dan muslimah hendaknya berkata yang baik dan tidak berlebihan di dalam berbicara.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ.

_“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”_

(HR. Bukhari Juz 5 : 5672, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 1 : 47)

`
*2. BERLEBIHAN DALAM MAKAN..*

Banyak makan dapat berdampak buruk kepada tubuh dan dapat meracuni hati.

Allah ﷻ tidak menyukai orang-orang yang berlebihan dalam makanan.

Allah ﷻ berfirman:

وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ.

_“Makanlah dan minumlah, (namun) janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah ﷻ tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”_

(QS. Al-A’raf : 3)

`
*3. MENGUMBAR PANDANGAN..*

Berlebihan dalam mengumbar pandangan dapat mengotori hati. Allah ﷻ berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ.

_Katakanlah kepada orang yang beriman, ”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan hendaknya mereka memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan.”_

(QS. An-Nur : 30)

`
*4. SALAH DALAM BERGAUL..*

Berlebihan dan salah dalam bergaul dapat mempengaruhi keberagamaan seseorang.

Sebagaiman diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يَخَالِلُ.

_“Seorang sesuai dengan agama temanya, maka hendaklah kalian melihat siapa temannya.”_

(HR. Ahmad, lafazh ini miliknya dan Abu Dawud no.4833. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani 5 dalam As-Silsilah Ash-Shahihah Juz 2 : 927)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *