3 Macam Hati

Alloh ta’ala membagi hati manusia menjadi 3 :
2 hati terkena fitnah dan 1 hati yg selamat,

1. HATI YANG MATI..

Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal Rabb-nya. Ia selalu berjalan bersama hawa nafsu dan mencari kenikmatan duniawi semata, meskipun itu dibenci dan dimurkai oleh Allah ﷻ.

Hati yang semacam ini tidak akan peka terhadap peringatan.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ. خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ.

_“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman._

_Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang pedih.”_

(QS. Al-Baqarah : 6 – 7)

2. HATI YANG SEHAT..

Hati yang sehat adalah hati yang selamat dari setiap syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah ﷻ dan selamat dari setiap syubhat yang menyimpang dari kebenaran.

Allah ﷻ berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُوْنَ. إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ.

_”Pada hari yang harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.”_

(QS. Asy-Syu’ara : 88 – 89)

*Hati* yang sehat memiliki beberapa tanda, di antaranya :

>> Mengutamakan hal-hal yang bermanfaat..

Seorang yang hatinya sehat akan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ.

_“Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang (ialah) meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.”_

(HR. Tirmidzi Juz 4 : 2318 dan Ibnu Majah : 3976)

>> Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia..

Seorang yang hatinya sehat akan lebih mengutamakan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia. Ia hanya menjadikan dunia ini sebagai sarana untuk mendapatkan akhirat.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar p ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ.

_“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.”_

(HR. Bukhari Juz 5 : 6053)

‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu juga pernah mengatakan:

إِنَّ الدُّنْيَا قَدِ ارْتَحَلَتْ مُدْبَرَةٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ قَدِ ارْتَحَلَتْ مُقْبَلَةٌ وَلِكُلِّ مِنْهُمَا بَنُوْنَ فَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَاحِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ.

_“Sesungguhnya dunia beranjak pergi dan akhirat (akan) datang. Masing-masing dari keduanya memiliki anak-anak, maka jadilah kalian menjadi anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak-anak dunia._

_Karena sesungguhnya hari ini adalah (kesempatan) untuk beramal dan tidak ada perhitungan, dan besok (di akhirat) adalah tempat perhitungan dan tidak (dapat lagi) untuk beramal.”_

(Jami’ul ’Ulum wal Hikam)

3. HATI YANG SAKIT..

Hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Ia terkadang mendorong kepada ketaatan dan kebaikan, serta terkadang mengajak pada kemaksiatan dan keburukan, tergantung kecenderungan yang lebih kuat.

Hati yang sakit akan lebih memilih kebahagiaan dunia yang sementara dari pada kebahagiaan yang hakiki di akhirat.

Allah ﷻ berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى.

_“Tetapi mereka lebih memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”_

(QS. Al-A’la : 16 – 17)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *