Sumber Usul Fikih & Urgensi Usul Fikih

Sumber Usul Fikih

Usul fikih memiliki muara atau sumber, baik dari sisi dalil maupun asasnya. Di antaranya adalah:

  • Alquran dan sunah
  • Riwayat dari sahabat dan tabiin
  • Konsensus ulama salafussaleh
  • Kaidah bahasa Arab dan keterangan penguat yang dinukil dari bangsa Arab
  • Fitrah dan akal yang sehat
  • Ijtihad ulama yang tidak bertentangan dengan ketentuan syariat.[9]

Urgensi Usul Fikih

Mempelajari ilmu usul fikih memiliki berbagai urgensi ataupun faedah tersendiri yang menekankan betapa urgennya disiplin ilmu ini. Di antaranya adalah:

  • Sebagai fondasi pokok dalam ber-istidlal
  • Mengetahui pendapat yang benar di antara perbedaan pendapat para ulama
  • Mengetahui standar yang benar untuk ber-istidlal agar selamat dalam beristidlal, karena tidak setiap dalil sahih itu menghasilkan istidlal yang juga sahih
  • Memudahkan praktik ijtihad dalam “fikih kontemporer”
  • Menjelaskan ketentuan dalam fatwa, syarat menjadi seorang mufti, serta adab-adab dalam memberi dan meminta fatwa
  • Mengetahui sebab-sebab yang menimbulkan persilangan pendapat di antara para ulama sehingga dapat memberikan alasan dan uzur bagi mereka dalam hal tersebut
  • Menyeru kepada mengikuti dalil apa pun itu, serta meninggalkan fanatisme dan taklid buta
  • Menjaga akidah Islamiyah dengan menjaga usul istidlal dan bantahan terhadap syubhat orang-orang yang menyelisihinya
  • Menguatkan kaidah dalam berdiskusi dan berdialog secara ilmiah
  • Dan lain-lain.[10]

Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu, setelah mengenal apa itu usul fikih, bagaimana penting dan urgensinya usul fikih, kita bisa makin mencintai disiplin ilmu ini. Jika sudah cinta, maka semangat untuk mempelajarinya pun semakin membara. Jika sudah menguasainya, maka kita akan semakin sadar betapa berartinya ilmu usul fikih dalam memahami ilmu agama.

Akhir kata, semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang berilmu, mengamalkannya dalam setiap sendi kehidupan kita, serta mengajarkannya kepada sesama.

____________________

[1] Lihat Taisir Ilmi Ushul al-Fiqh – Maktabah Syamilah, hal. 6

[2] Syarh Ushul min Ilmi al-Ushul, hal. 25

[3] Syarh Ushul min Ilmi al-Ushul, hal. 32-34, dan Ma’alim Ushul al-Fiqh ‘inda Ahli as-Sunnah wa al-Jamaah, hal. 21

[4] Analogi ini kami dapat dari Ust. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. –hafizhahullah, di dalam pelajaran Usul Fikih tahun 2010.

[5] Lihat Ilmu Ushul al-Fiqh – Maktabah Syamilah, hal. 17

[6] Ma’alim Ushul al-Fiqh ‘inda Ahli as-Sunnah wa al-Jamaah, hal. 27

[7] ibid

[8] Lihat Dirasat fi Ushul al-Fiqh – Maktabah Syamilah, hal. 10-15

[9] Lihat Ma’alim Ushul al-Fiqh ‘inda Ahli as-Sunnah wa al-Jamaah, hal. 23

[10] Lihat Ma’alim Ushul al-Fiqh ‘inda Ahli as-Sunnah wa al-Jamaah, hal. 23-24, dan referensi lainnya.

Daftar Pustaka:
  • Al-Jaizany, Muhammad bin Husain bin Hasan. 1416 H. Ma’alim Ushul al-Fiqh ‘inda Ahli as-Sunnah wa al-Jamaah. Dar Ibnu al-Jauzi: Riyadh – KSA. Cetakan ke-1.
  • Al-Juda’i, Abdullah bin Yusuf. Taisir Ilmi Ushul al-Fiqh. Maktabah Syamilah.
  • Al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. 1432 H. Syarh al-Ushul min Ilmi al-Ushul. Dar Ibnu al-Jauzi: Unaizah – KSA. Cetakan ke-2.
  • Khalaf, Abdulwahhab. Ilmu Ushul al-Fiqh. Maktabah ad-Dakwah – Syabab al-Azhar (dari cetakan ke-8 Dar al-Qalam) – Maktabah Syamilah.
  • Babakr, Dr. Ali Ahmad. Dirasat fi Ushul al-Fiqh. Maktabah Syamilah.

Penulis: Roni Nuryusmansyah

Artikel Muslim.Or.Id

Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/19637-mengenal-ilmu-usul-fikih.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *